Cuma wanita biasa..
Yang hanya bisa mengeluarkan air mata jika hatinya terluka..
Saya memang lemah...
(Ketika beraktifitas bersama membersihkan ruang kamar bajakaca)
19 September 2011
15 September 2011
Sepasang Cincin Pengikat Hati
September..
Sepasang cincin melingkar di dua jari manis yang berbeda..
Jadi pengikat diantara dua hati yang bersatu..
Tidak hanya aku dan keluarga kami yang tahu..
bahkan Tuhanpun jadi saksi..
Alhamdulillah..
Semoga Allah memudahkan setiap anak tangga yang akan dilewati..
Amin ya Allah..
Sepasang cincin melingkar di dua jari manis yang berbeda..
Jadi pengikat diantara dua hati yang bersatu..
Tidak hanya aku dan keluarga kami yang tahu..
bahkan Tuhanpun jadi saksi..
Alhamdulillah..
Semoga Allah memudahkan setiap anak tangga yang akan dilewati..
Amin ya Allah..
28 Agustus 2011
Babak Baru dari Sebuah Rencana
Awal yang begitu dinantikan…
Yang saya sendiripun tak dapat mengatakan bagaimana rasanya…
Semua indah dan bahagia bercampur jadi satu,,,,
Walau kadang diselingi tangis….berurai air mata….
Walau kadang rintangan menghadang….
Menunggu dalam cemas-cemas yang menyakitkan…
Tapi saya percaya bahwa tak ada yang sia-sia untuk satu tujuan…
Aku hanya mengucap Bismillah…semoga takdir tak mempermainkanku…
Menjadikan awal baru ini sebagai sebuah rencana masa depan yang indah yang aku (mungkin juga kamu) dambakan….
Tapi satu hal….bahwa aku selalu menanti hari itu…hari yang pernah kau janjikan…
Hari dimana bersatunya dua insan mengucap akad menjadi satu bagian utuh yang hanya terpisahkan oleh maut…
(Minggu, 21 Agustus 2011….Sepulang dari Kota Indah…bersama orang terkasih untuk menuju satu ikatan)
Yang saya sendiripun tak dapat mengatakan bagaimana rasanya…
Semua indah dan bahagia bercampur jadi satu,,,,
Walau kadang diselingi tangis….berurai air mata….
Walau kadang rintangan menghadang….
Menunggu dalam cemas-cemas yang menyakitkan…
Tapi saya percaya bahwa tak ada yang sia-sia untuk satu tujuan…
Aku hanya mengucap Bismillah…semoga takdir tak mempermainkanku…
Menjadikan awal baru ini sebagai sebuah rencana masa depan yang indah yang aku (mungkin juga kamu) dambakan….
Tapi satu hal….bahwa aku selalu menanti hari itu…hari yang pernah kau janjikan…
Hari dimana bersatunya dua insan mengucap akad menjadi satu bagian utuh yang hanya terpisahkan oleh maut…
(Minggu, 21 Agustus 2011….Sepulang dari Kota Indah…bersama orang terkasih untuk menuju satu ikatan)
Rutinitas Baru di Pagi Hari
Rutinitas pagi di tempat kerja yang baru kali ini dimulai dengan berdoa bersama…berikut petikan doa yang kami lakukan setiap pagi….
DO’A MULAI BEKERJA
Astaghfirullahal’adziim…
Alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih…
Allahumma anta rabbi…Laa ilaaha illaa anta khalaqtani wa anaa abduka wa anaa ‘ala ahdika wawa’dika masta-tha’tu. A’udzu bika min syarri maa shana’tu. Abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu ‘u bidzambii faghfirlii fainnahu la yaghfirudz-dzunuuba illa anta.
Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah…Laa ilaaha illallaah wala na’budu illaa iyyah…mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun.
Ilaa hadhrotin Nabiyyil Musthofaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallam…wa ‘allaa haadzihin niyyah wa kulli niyyatin shoolihah….
Al-Fatihah…
Alhamdulillahirobbil ‘Aalamiin…Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wasahbihi wa sallam….
Ya Allah..Ya Rahman..Ya Rahiim…
Limpahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, serta sukseskanlah semua usaha dan kerja kami karena petunjuk-Mu…
Ya Allah..Ya ‘aliim….
Tambahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat agar kami mampu mengatasi segala kesulitan dalam bekerja dan usaha kami…
Ya Allah…Ya Wasi’…
Lapangkanlah dan tentramkanlah dada dan hati kami…karena Rahmat-Mu mudahkanlah semua urusan kami dan bimbinglah kami dalam menumbuhkembangkan usaha kami..karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Pengasih dan Mha Penyayang…
Ya Allah…Ya Qawiyyu Ya Matiin…
Satukanlah hati kami dalam eratnya persaudaraan..dalam eratnya kekeluargaan..agar kami memiliki kekuatan dalam berusaha dan bekerja untuk mencapai keberhasilan dan kemaslahatan dunia-akhirat…Berikanlah kekuatan lahir-bathin kepada kami dan keluarga kami dalam beribadah kepada-Mu…
Ya Allah…
Jika apa yang kami lakukan hari ini berujung kepada keberhasilan dan kesuksesan…Ajarilah kami untuk bersyukur.. dan jika apa yang kami lakukan hari ini menemui kegagalan, maafkanlah kami… Berilah kesempatan untuk memperbaikinya…
Ya Allah…
Limpahkanlah kekuatan kepada kami untuk melakukan perubahan…karena kami menyadari kelemahan dan kesalahan kami…karena itu, berikanlah kami kemampuan untuk memperbaikinya….
Ya Allah…Ya Hafiiz…Ya Mukmiin…
Peliharalah kami, anak-anak kami dan keluarga kami…
Ya Allah…Ampunilah kami…Ampunilah kedua orang tua kami…sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil…
Ya Allah…
Kabulkanlah do’a dan permohonan kami…Amiiin…
Washalallahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallam…Walhamdulillahirabbil’aalamiiin…..
DO’A MULAI BEKERJA
Astaghfirullahal’adziim…
Alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih…
Allahumma anta rabbi…Laa ilaaha illaa anta khalaqtani wa anaa abduka wa anaa ‘ala ahdika wawa’dika masta-tha’tu. A’udzu bika min syarri maa shana’tu. Abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu ‘u bidzambii faghfirlii fainnahu la yaghfirudz-dzunuuba illa anta.
Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah…Laa ilaaha illallaah wala na’budu illaa iyyah…mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun.
Ilaa hadhrotin Nabiyyil Musthofaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallam…wa ‘allaa haadzihin niyyah wa kulli niyyatin shoolihah….
Al-Fatihah…
Alhamdulillahirobbil ‘Aalamiin…Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wasahbihi wa sallam….
Ya Allah..Ya Rahman..Ya Rahiim…
Limpahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, serta sukseskanlah semua usaha dan kerja kami karena petunjuk-Mu…
Ya Allah..Ya ‘aliim….
Tambahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat agar kami mampu mengatasi segala kesulitan dalam bekerja dan usaha kami…
Ya Allah…Ya Wasi’…
Lapangkanlah dan tentramkanlah dada dan hati kami…karena Rahmat-Mu mudahkanlah semua urusan kami dan bimbinglah kami dalam menumbuhkembangkan usaha kami..karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Pengasih dan Mha Penyayang…
Ya Allah…Ya Qawiyyu Ya Matiin…
Satukanlah hati kami dalam eratnya persaudaraan..dalam eratnya kekeluargaan..agar kami memiliki kekuatan dalam berusaha dan bekerja untuk mencapai keberhasilan dan kemaslahatan dunia-akhirat…Berikanlah kekuatan lahir-bathin kepada kami dan keluarga kami dalam beribadah kepada-Mu…
Ya Allah…
Jika apa yang kami lakukan hari ini berujung kepada keberhasilan dan kesuksesan…Ajarilah kami untuk bersyukur.. dan jika apa yang kami lakukan hari ini menemui kegagalan, maafkanlah kami… Berilah kesempatan untuk memperbaikinya…
Ya Allah…
Limpahkanlah kekuatan kepada kami untuk melakukan perubahan…karena kami menyadari kelemahan dan kesalahan kami…karena itu, berikanlah kami kemampuan untuk memperbaikinya….
Ya Allah…Ya Hafiiz…Ya Mukmiin…
Peliharalah kami, anak-anak kami dan keluarga kami…
Ya Allah…Ampunilah kami…Ampunilah kedua orang tua kami…sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil…
Ya Allah…
Kabulkanlah do’a dan permohonan kami…Amiiin…
Washalallahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallam…Walhamdulillahirabbil’aalamiiin…..
PERGI TAK KEMBALI
Menyaksikan bayang-bayang yang ada di depan mata….
Bercengkrama dalam satu dunia belantara tak terarah…
Sorak-sorak bergembira dalam keheningan…
Manis namun terurai simfoni….
Dua mata menengok ke arah berlawanan…
Saling pandang dan mematikan…
Hanya ada racun diantara dua jingga….
Berkelana bersama sayap-sayap kelelawar….
Terbang dan tak kembali…
...Aku mati….
(Selasa, 23 Agustus 2011…Hening pagi, di Wisma Mandiri 1 lantai 4….Bersama sunyinya ruang)
Bercengkrama dalam satu dunia belantara tak terarah…
Sorak-sorak bergembira dalam keheningan…
Manis namun terurai simfoni….
Dua mata menengok ke arah berlawanan…
Saling pandang dan mematikan…
Hanya ada racun diantara dua jingga….
Berkelana bersama sayap-sayap kelelawar….
Terbang dan tak kembali…
...Aku mati….
(Selasa, 23 Agustus 2011…Hening pagi, di Wisma Mandiri 1 lantai 4….Bersama sunyinya ruang)
Merengkuh Bayang
Walau jiwa tak berjelaga namun kemunkaran tetap ada…
Suara-suara merdu sayup-sayup terdengar…
Alunan dzikirMu dikumandangkan…
Ah…aku terpulas mendengarnya…
Menyentuh kalbu dalam ketertutupan mata hati ini…
Buta karna sesuatu yang diperhitungkan tak berarti…
Tapi itulah hidup….
Aku hanya berdoa diantara temaram malam…
Jauh dari gemerlapnya dunia..
Bahkan bisingan orang pun tak terdengar…
Hanya dalam hati…
Satu sumber suara…
Suara-suara kebaikan…walau sayup..namun aku masih meyakini…
Bahwa itulah kebenaran yang hakiki…
Tuhan itu maha adil….
“Allah SWT akan menggantikan setiap tetes airmataku dengan mutiara…”
Amin ya Allah….
(Jumat, 19 Agustus 2011…Dalam rindu sore, di Wisma Mandiri 1 Lantai 4)
Allah,
Maafkan hamba yang seringkali lebih mencintai dunia
Dan melupakan wajah-wajah cinta lain
Yang abadi….
Dan tak pernah berakhir duka
(La Tahzan for Muslimah)
Suara-suara merdu sayup-sayup terdengar…
Alunan dzikirMu dikumandangkan…
Ah…aku terpulas mendengarnya…
Menyentuh kalbu dalam ketertutupan mata hati ini…
Buta karna sesuatu yang diperhitungkan tak berarti…
Tapi itulah hidup….
Aku hanya berdoa diantara temaram malam…
Jauh dari gemerlapnya dunia..
Bahkan bisingan orang pun tak terdengar…
Hanya dalam hati…
Satu sumber suara…
Suara-suara kebaikan…walau sayup..namun aku masih meyakini…
Bahwa itulah kebenaran yang hakiki…
Tuhan itu maha adil….
“Allah SWT akan menggantikan setiap tetes airmataku dengan mutiara…”
Amin ya Allah….
(Jumat, 19 Agustus 2011…Dalam rindu sore, di Wisma Mandiri 1 Lantai 4)
Allah,
Maafkan hamba yang seringkali lebih mencintai dunia
Dan melupakan wajah-wajah cinta lain
Yang abadi….
Dan tak pernah berakhir duka
(La Tahzan for Muslimah)
ANUGRAH AL-ZENA RAINA
Sebuah nama klasik untuk si cantik yang mungil…
Terlahir di bulan juli dengan berat dan tinggi yang normal…
Lahir tanpa menyusahkan orang-orang disekitarnya…
Yaaa….sang ibu pun tak tahu ternyata mulas-mulas yang dirasakan di perutnya adalah tanda-tanda kelahiran Al-zena….yang berarti Anugerah wanita yang perkasa….
Nama yang diberikan kelak menjadi pribadi sang anak,,,,
Menjadi sosok wanita cantik, lemah lembut namun perkasa dengan kemandiriannya…
Ahhhh….begitu iri setiap kudapati dia tertidur pulas…
Kuganggu pipinya yang tembem dengan kuciumi terus agar ia terbangun dari tidurnya…
Begitu pulas hingga harus berulang kali aku mencium dan sedikit menggoyang-goyangkan badannya…hanya untuk membuatnya menangis dan membuka matanya…
Saya begitu suka mata indahnya….
Mata yang tajam….
Benar-benar “Al-zena”…wanita yang cantik….
Kugoyangkan badannya sampai ia menangis…
Ia tampakkan “Raina”…keperkasaannya sebagai wanita…terlihat jelas dalam gerak tubuhnya yang sedikit-sedikit memberontak ketika kupegang kakinya untuk kulilit dengan kain….
Ah….Anugerah Al-Zena Raina….
Semoga kelak kau menjadi kebanggan orang tuamu,,,,
Menjadi sosok wanita cantik, penuh kelemah lembutan yang perkasa…subhanallah….
(Senin, 22 Agustus 2011…Santai sore di Wisma Mandiri 1 Lantai 4, Ketika teringat keponakan lucuku “Raina”)
Terlahir di bulan juli dengan berat dan tinggi yang normal…
Lahir tanpa menyusahkan orang-orang disekitarnya…
Yaaa….sang ibu pun tak tahu ternyata mulas-mulas yang dirasakan di perutnya adalah tanda-tanda kelahiran Al-zena….yang berarti Anugerah wanita yang perkasa….
Nama yang diberikan kelak menjadi pribadi sang anak,,,,
Menjadi sosok wanita cantik, lemah lembut namun perkasa dengan kemandiriannya…
Ahhhh….begitu iri setiap kudapati dia tertidur pulas…
Kuganggu pipinya yang tembem dengan kuciumi terus agar ia terbangun dari tidurnya…
Begitu pulas hingga harus berulang kali aku mencium dan sedikit menggoyang-goyangkan badannya…hanya untuk membuatnya menangis dan membuka matanya…
Saya begitu suka mata indahnya….
Mata yang tajam….
Benar-benar “Al-zena”…wanita yang cantik….
Kugoyangkan badannya sampai ia menangis…
Ia tampakkan “Raina”…keperkasaannya sebagai wanita…terlihat jelas dalam gerak tubuhnya yang sedikit-sedikit memberontak ketika kupegang kakinya untuk kulilit dengan kain….
Ah….Anugerah Al-Zena Raina….
Semoga kelak kau menjadi kebanggan orang tuamu,,,,
Menjadi sosok wanita cantik, penuh kelemah lembutan yang perkasa…subhanallah….
(Senin, 22 Agustus 2011…Santai sore di Wisma Mandiri 1 Lantai 4, Ketika teringat keponakan lucuku “Raina”)
Langganan:
Postingan (Atom)